It`s My Second Home,, Happy Surfing! n_n

Prikitiw,,!!!

Solusi terbaik Dari Konflik Internal dalam Organisasi


Berbicara mengenai konflik yang terjadi dan yang dialami, orang-orang bisa mengira dan memperkirakan seberapa besar pengaruh konflik terhadap dirinya. Hal ini terjadi tentu saja karena konflik yang dialami oleh seseorang berbeda-beda. Akan tetapi ada satu hal yang membuat semua konflik itu dianggap sama, yaitu “Keterkaitan”. Maksud dari keterkaitan disini adalah adanya suatu kontak langsung dari suatu subjek, baik itu perorangan atau kelompok.

Keterkaitan bisa membuat suatu kondisi yang kondusif menjadi kacau atau terjadi konflik. Dalam hal ini kita akan membahas konflik yang dialami oleh sebuah organiasasi, bukan antar organisasi. Konflik dalam organisai bisa dibedakan menjadi 2, yaitu :

1. Konflik internal organisasi

Konflik ini terjadi didalam suatu organisasi yang hanya melibatkan anggota keorganisasian dan berhubungan langsung terhadap organisasi tersebut.

2. Konflik eksternal organisasi

Konflik ini terjadi didalam suatu organisasi akan tetapi tidak berhubungan langsung dengan organisasi itu sendiri.

Tanpa mengurangi perhatian kepada konflik eksternal, saya disini hanya akan mencoba memberi contoh untuk konflik internal saja. Konflik internal organisasi ini terjadi sesuai dengan pengalaman saya waktu masih duduk di bangku SMP, mungkin bisa dibilang konflik anak-anak, akan tetapi konflik ini bagus dijadikan suatu contoh.

SMP (Sekolah Menengah Pertama) merupakan sekolah lanjutan setelah SD, dimana di SMP siswa sudah diajarkan bagaimana masuk dan mengelola sebuah organisasi formal, akan tetapi tidak keluar dari institusi sekolah yang di maksud. Di SMP saya sempat masuk organisasi kepanduan atau biasa disebut  kepramukaan. Dalam organisasi ini juga terdapat struktur dari organisasi yang biasa ada dalm organisasi formal lainnya.

Konflik mulu-mula terjadi ketika ketua dari organisasi ini mengambil keputusan sendiri dalam hal penentuan lokasi untuk Pelantikan dan LDK bagi anggota, tanpa menyertakan pendapat dari anggota lain. Kondisi ini bertambah parah ketika beberapa anggota berusaha memukul ketua anggota. Ironis sekali, hanya karena masalah sepele bisa mengubah keadaan sampai seperti itu. Untungnya, pada saat itu anggota yang lain tidak hanya berdiam diri saja. Mereka melerai dan memisahkan anggota-angota yang berusaha memukul ketua.

Pada akhirnya, Pembina kepamukaan mengambil solusi yang bijaksasana. Dia membuka suatu rapat tertutup yang dihadiri seluruh anggota dan Pembina bertugas mengawasi rapat. Cara seperti ini biasa disebut sebagai musyawarah, dan merupakan solusi terbaik yang bisa dilaksanakan secepatnya. Rapat ini berlangsung secara teratur, tiap anggota mengajukan pendapat-pendapat yang disertai alasannya sendiri. Dan benar saja, setelah sekian lama rapat, barulah bisa diambil keputusan mutlak yang disetujui oleh seluruh anggota.

Dari hal ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa keegoisan merupakan hal yang bisa menyebabkan konflik internal dalam sebuah organisasi. Dan solusi yang paling baik untuk mengatasinya adalah dengan bermusyawarah.

November 30, 2009 - Posted by | umum

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: