It`s My Second Home,, Happy Surfing! n_n

Prikitiw,,!!!

Hubungan Budaya Organisasi Dengan Struktur Organisasi Dalam Institusi Pendidikan Di Sekolah


Budaya organisasi merupakan esensi kehidupan dalam polah tingkah laku yang menjiwai individu-individu sebagai suatu kebiasaan yang dijalankan secara terus-menerus dalam jangka waktu lama, dimana hal ini menjadi sebuah karakter dalam perilaku. Sementara struktur organisasi merupakan sistematisasi dalam penempatan jabatan yang memiliki cakupan wilayah kerjanya, dimana di dalamnya memiliki hak dan kewajiban serta tugas pokok dan fungsinya.

Karena budaya organisasi merupakan karakter yang menjiwai para individunya, maka struktur organisasi yang ada yang relatif kaku harus dibuat lebih fleksibel, khususnya ketika dilaksanakan.

Untuk menjadikan budaya organisasi dan struktur organisasi lebih fleksibel, maka dibutuhkan upaya serius dari civitas academica sekolahan, yakni melalui kebijakan-kebijakan maupun sikap-sikap dalam proses kegiatan di sekolahan. Kita tahu, bahwa dalam hubungan suatu organisasi dan dalam kinerjanya, dikenala dengan sebutan kolektif kolegial, yang artinya bahwa, dalam setiap kebijakan, kegiatan, atau pun dalam menjalankan suatu proses di dalam sekolahan, harus berpijak pada kebersamaan. Dimana seluruh stake holder yang ada dalam lingkungan sekolahan dilibatkan.

Hal ini juga akan bermanfaat untuk membangun dan mereduksi sebuah sistem yang lebih bertitik tolak pada pengambilan kebijakan yang partisipatif, artinya bahwa seluruh komponen stake holder-stake holder dilibatkan dan diakui keberadaannya untuk memberikan masukan.

Sikap partisipatif yang dijalankan ini akan berimplikasi pada sinergisitas dari civitas academica sekolahan dalam menjalankan kegiatannya serta dalam mencapai suatu tujuan bersama yang telah disepakati. Sinergisitas ini sangat urgen mengingat suatu kegiatan tidak akan berjalan hanya dilakukan oleh kepala sekolah, atau semata oleh guru. Tetapi akan melibatkan para siswa, komite sekolah, serta para wali murid. Sehingga akan tercipta pula sistem yang transparansi.

Jadi, intinya adalah bagaimana untuk menjadi struktur organisasi yang ada dapat diimplementasikan secara fleksibel dengan kebijakan yang bersifat partisipatif bagi seluruh stake holder yang mana jika dilakukan secara terus menerus akan menjadi sebuah karakter di setiap individu civitas academica sekolahan dengan menghasilkan suatu budaya organisasi yang mapan dan positif bagi lingkungan.

January 4, 2010 - Posted by | umum

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: