It`s My Second Home,, Happy Surfing! n_n

Prikitiw,,!!!

Manajemen Dalam Kerangka Pengawasan


Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen yang digunakan oleh seorang pimpinan untuk memastikan bahwa apa yang dikerjakan adalah benar-benar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai pengawasan, penulis kemukakan beberapa pendapat para ahli tentang pengawasan.

Menurut Terry dalam Hasibuan mengungkapkan bahwa: “Pengawasan adalah sebagai suatu proses penentuan, apa yang harus dicapai yaitu pelaksanaan dan bila perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana yaitu selaras dengan standar”

Sedangkan menurut Manullang (1992: 173) mengemukakan bahwa: “Pengawasan adalah suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud supaya pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana semula”.

Sedangkan menurut Siagian dalam Sujatmo (1983: 14) mengemukakan bahwa: “Pengawasan adalah Proses pengamatan daripada pelaksanaan seluruh pekerjaan yang sedang dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya”.

Pengawasan menurut Saragih (1982: 88) adalah sebagai berikut: “Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan atau hasil yang dikehendaki”.

Sedangkan Pengawasan menurut Sujatmo (1983: 19) mengungkapkan bahwa: “Pengawasan adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan  menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas atau kegiatan, apakah sesuai dengan yang semestinya atau tidak”.

Dari penjelasan di atas pengawasan bertujuan untuk mengamati apakah pekerjaan yang dilaksanakan bawahan sudah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya dan pengawasan itu sendiri bermaksud agar kesalahan atau penyimpangan-penyimpangan yang terjadi tidak terulang kembali.

Rencana yang beratpun akan gagal sama sekali bilamana manajer tidak melakukan pengawasan. Agar pekerjaan-pekerjaan  sesuai dengan rencana atau maksud yang telah ditetapkan maka ia harus melakukan kegiatan-kegiatan pemeriksaan, pengecekan, pencocokan, inspeksi, pengendalian dan berbagai tindakan yang sejenis dengan itu, bahkan bilamana perlu mengatur dan mencegah sebelumnya terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya penyimpangan-penyimpangan, penyelewengan-penyelewengan, ketidak cocokan tersebut maka atasan dihadapkan kepada keharusan menempuh langkah-langkah perbaikan atau penyempurnaan.

Dimana pengawasan memiliki tujuan, yakni :

  1. Supaya proses pelaksanaan dilakukan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dari rencana.
  2. Melakukan tindakan perbaikan (corrective), jika terdapat penyimpangan-penyimpangan (deviasi).
  3. Supaya tujuan yang dihasilkan sesuai dengan rencananya.

Pengawasan bukan hanya untuk mencari kesalahan-kesalahan, tetapi berusaha untuk menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan serta memperbaikinya jika terdapat kesalahan-kesalahan. Jadi pengawasan dilakukan sebelum proses, saat proses, dan setelah proses, yakni hingga hasil akhir diketahui.

January 4, 2010 - Posted by | umum

2 Comments »

  1. Artikel bapak,menambah wawasan saya sgg maha siswa, namun ada hal-hal yg ingin saya tanyakan kepada bapak, mohon informasikan email bpk…..trims atas perhatiannya….wassalam

    Comment by DARMO | April 5, 2010 | Reply

    • maf, sblmnya mw d jlsin dlu,, sya jg msih mhsswa,, ^_^

      Comment by Gai Black | April 6, 2010 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: