It`s My Second Home,, Happy Surfing! n_n

Prikitiw,,!!!

Mutilasi Anak Jalanan Oleh Babe


Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Polda Jawa Barat, untuk mengusut kemungkinan pelaku lain selain Baekuni alias Babe, dalam kasus pembunuh­an, pencabulan, dan mutilasi tujuh bocah laki-laki. Hal itu dilakukan mengingat dua boc­ah yang menjadi korban di an­taranya, dibuang di wilayah Jabar. Tidak menutup kemu­ngkinan jumlah korban lebih dari tujuh orang.

Kasatjatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ni­co Affinta mengatakan hal itu di Mapolda Metro Jaya, Jln. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (15/1).

Salah seorang korban ber­nama Aris, diduga adalah war­ga Kab. Kuningan. Jasad Aris dibuang di Sungai Ciwaru, Kab. Kuningan pada tahun 1998. Nico menduga masih ada kor­ban dan pelaku lain dalam ka­sus pembunuhan tersebut. “Polres Kuningan sedang melun­cur ke Polda Metro Jaya. Kami juga akan bekeda sama dengan Polda Jabar dan Jateng juga un­tuk mengetahW apakah ada tem­pat kejadian perkara (TKP) lain di luar wilayah Polda Metro Ja­ya. Karena untuk korban TKP Bekasi, korban memakai baju karate Inkai yang berasal dari Jateng,” tutor Nico.

Babe ditangkap Aparat Polda Metro Jaya setelah terbukti membunuh tujuh bocah laki-­laki dengan cara dijerat dan di­benamkan, kemudian mayat korban dicabuli. Setelah itu, mayat korban dimutilasi dan dibuang di beberapa tempat terpisab. Perbuatan bejat itu dilakukan Babe selama kurun waktu tahun 1998-2008. Ma­sih ada kemungkinan korban bertambah lagi. Sampai se­karang kami masih melakukan penyelidikan. Tujuh korban tersebut berdasarkan peng­akuan tersangka,” ujar Kadiv HumaS Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafli.

Dua korban yang dibuang di wilayah Jabar tersebut, yaitu Aris, yang mayatnya dite­mukan di Pinggir Kali Kee. Ci­waru, Kab. Kuningan, dan Rio yang dibuang di Jln. Joyo Martono (depan BTQ Kel. Margahayu, Bekasi Timur. Pembunuhan Aris dilakukan tahun 1998, sementara Rio di­bunuh 14 Januari 2008.

Ketujuh korban tersebut ada­lah anak jalanan yang sulit diketahui identitasnya. Mereka dibu­nuh di rumah kontrakan Babe yang terletak di Gg. Masjid RT oo6 RW 012 Kel. Pulogadung, Kec. Pulogadung, Jakarta Timur.

Modus operandi yang dilaku­kan Babe dalam menjerat kor­bannya yaitu pertama-tama me­ngajak para korban yang berprofesi anak jalanan itu un­tuk tinggal bersamanya di ru­mah kontrakan. Kemudian. Ba­be mengajak para korban ber­hubungan badan. Jika korban menolak, Babe langsung mem­bunuhnya. Setelah korban meninggal, Babe memotong-­motong jasad korban dan dibuang dengan kondisi tubuh dan kepalanya terpisah.

Pembunuh sadis yang membunuh lebih dari tujuh anak jalanan ternyata memiliki penyakit kejiwaan. Untuk idendifikasi Babe. Polda Metro Jaya dibantu Tim Psiko­logi Forensik Mabes Polri dan Tim Psikolog Profesional Uni­versitas Indonesia, di antaranya Sarlito Wirawan. Berdasarkan temuan sementara Tim Psikolog, Babe diduga mengidap penyakit gangguan jiwa trauma­tic.

Selain menderita homoseks dan pedofil, Babe juga mengi­dap nekrofilia (perilaku berhu­bungan seks dengan mayat). “Saat umur 13 tahun, dia pernah dicabuli di Lapangan Banteng. Mungkin dia mengalami trauma psikis. Dia pernah menikah te­tapi tidak punya anak. Dalam pemeriksaan, dia tidak bisa ere­ksi kecuali dengan laki-laki,” ucap Nico. (A-156)***

January 25, 2010 - Posted by | umum

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: