It`s My Second Home,, Happy Surfing! n_n

Prikitiw,,!!!

Autobiografi seorang Rangga Septian


Menceritakan kisah diri sendiri mulai dari sejak lahir hingga saat ini oleh kita sendiri (autobiografi) bagi sebagian orang mungkin lebih mudah dilakukan  jika dibandingkan dengan membuat sebuah cerita pendek yang beralur. Tapi bagi saya, ini merupakan pengalaman pertama dimana saya harus melakukan hal tersebut. Dan tanpa embel-embel pembukaan, kita langsung saja ke TKP.

Pada tahun 1989, hari minggu pagi di sebuah rumah sederhana yang berada di kota Garut pukul 09:00 WIB lahirlah seorang bayi berjenis kelamin laki-laki. Bayi tersebut bernama Rangga Septian Putra, dan itulah saya, sang penulis.(^_^) Saya adalah putra dari pasangan Deden Guswara dan Ai Sukaesih. Ayah saya seorang PNS yang bekerja pada instansi pemerintahan tepatnya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kota garut. Tak jauh berbeda dengan ayah, ibu saya juga merupakan seorang PNS namun beliau lebih tertarik dalam bidang pendidikan, beliau adalah seorang guru SD.

Bisa di bilang saya ini adalah orang sunda asli (tulen). Tak lain dan tak bukan di karenakan kedua orang tua saya merupakan keturunan dari orang sunda. Kami semua berasal dari daerah bumi parahiyangan.

Saya merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara. Kakak dan adik saya seorang perempuan. Jadi bisa dikatakan saya adalah anak paling tampan diantara saudara saya yang lain (^_^). Kakak saya bernama Dewi Astrid Anggiawati. Sekarang dia bekerja di bagia Back Office pada salah satu perusahaan swasta yang ada di kota Depok. Adik saya bernama Dewi Agneus Cahyaningrat. Dia adalah seorang mahasiswi tingkat dua yang kuliah di salah satu Universitas swasta di kota Garut.

Saya mulai masuk ke dalam dunia pendidikan formal ketika berumur 6 tahun. Waktu itu saya di masukan ke sebuah Taman Kanak-kanak (TK) tepatnya TK Sejahtera 5 yang tak jauh dari rumah. Satu tahun saya jalani hari-hari bersama teman saya di TK tersebut. Dan setelah itu, jenjang pendidikan saya lanjutkan pada sebuah Sekolah Dasar Negri, SDN Babakanloa 4. Yang saya ingat, waktu saya masih tingkat SD, saya adalah seorang anak yang sangat jail. Akan tetapi kejailan saya dibarengi oleh prestasi yang lumayan membanggakan. Alhamdulillah dari kelas 1 sampai kelas 6 saya selalu mendapatkan ranking 1. Dan teman-teman saya pun heran karenanya. (^_^) Satu hal yang tidak akan pernah saya lupakan, waktu masih SD, saya sangat benci sekali dengan jarum suntik. Jadi ketika ada petugas imunisasi datang ke sekolah saya suka bersembunyi di WC sekolah. hehehe

Kami berlima tinggal di sebuah rumah kontrakan yang disediakan bagi PNS. Rumah tersebut tidak begitu bagus, akan tetapi banyak kenangan yang terjadi dalam rumah tersebut. Ketika saya duduk di bangku kelas 4 SD. Kami semua pindah ke rumah orang tua ayah saya yang tidak jauh dari rumah kami yang sebelumnya. Rumah tersebut masih di tempati oleh kedua orang tua saya sampai saat ini.

Sekitar taun 2002, saya masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, dan SMPN 1 Sukawening lah yang menjadi pilihan saya dan kedua orang tua saya pada waktu itu. Lumayan agak sedikit susah juga untuk masuk ke sekolah ini, karena sekolahnya termasuk sekolah favorit dan untuk masuk kita harus melalui serangkaian tes tertentu. Tapi syukur alhamdulillah saya dapat melalui tes tersebut.

Pada tingkat pendidikan ini lah saya mulai mengenal dunia keorganisasian. Ada beberapa pilihan badan organisasi yang ditawarkan di SMP pada waktu itu, akhirnya saya memilih Organisasi Kepanduan (Pramuka). Banyak sekali pengalaman yang saya dapat ketika masuk dalam organisasi ini. Dimulai dari pembagian kerja, belajar menjadi pemimpin, belajar bertahan hidup di luar rumah (dengan ikut kemping), menjadi pasukan pengibar bendera, dilatih keberanian, dan masih banyak lagi.

Prestasi yang saya dapat ketika SD tidak dapat saya pertahankan ketika SMP. Rangking 1 yang selalu menjadi langganan didapatkan menjadi susah di dapat. Saya hanya masuk dalam 10 besar.

Tidak hanya pada waktu SD saya mendapat pengalaman yang tidak mungkin dilupakan, pada waktu SMP juga saya mendapatkannya. Pengalaman yang tidak akan dilupakan ini terjadi ketika saya duduk d bangku kelas 2 SMP. Saya mendapatkan suatu musibah yaitu kecelakaan motor. Kecelakaan ini terjadi murni karena kesalahan saya sendiri yang mengendarai motor secara ugal-ugalan. Alhasil, saya berada di rumah sakit selama 10 hari untuk perawatan luka yang saya dapat.

Setelah menyelesaikan pendidkan di tingkat SMP pada tahun 2005, saya pun mulai masuk jenjang pendidikan tingkat SMA. Saya masuk ke SMAN 1 Tarogong kidul (sekarang SMAN 1 Garut), sekolah ini bisa dikatakan sebagai SMA yang paling di favoritkan di kota garut. Sama seperti ketika saya hendak masuk SMP, sebelum masuk SMA ini pun saya harus menjalani sebuah tes akademis. Alhamdulillah saya bisa melewatinya juga.

Pengalaman berorganisasi yang saya dapatkan waktu duduk di bangku SMP tidak saya terapkan di lingkungan SMA. Tidak satu pun bidang keorganisasian yang saya ambil pada saat itu. Bosan berorganisasi merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan saya sama sekali tidak ikut bidang keorganisasian.

Pada saat penjurusan, tepatnya waktu saya duduk di kelas 2 SMA. Saya masuk jurusan IPS. Sebetulnya bukan tidak mau masuk jurusan IPA, akan tetapi nilai mata pelajaran kimia dan biologi saya kurang bagus. Sehingga sekolah memasukan saya ke jerusan IPS. Dan ternyata tidak salah juga saya mendapatkan jurusan ini, selain pelajarannya tidak begitu rumit waktu luang saya pun jadi bertambah.(^_^)

Pengalaman yang paling menarik adalah ketika saya berurusan dengan bagian kesiswaan. Bukan karena saya menjadi anak teladan diantara yang lain, akan tetapi karena kenakalan saya lah yang menyebabkan hal tersebut. Hal yang paling sering membuat bagian kesiswaan marah adalah masalah rambut. Kebetulan disekolah SMA saya, rambut seorang siswa tidak boleh gundrong (poni tidak boleh kena alis, rambut tidak boleh kena kerah, dan rambut tidak boleh menutupi telinga), dan ketiga hal tersebutlah yang sering saya langgar. (^_^)

Saya menuntaskan pendidikan SMA pada tahun 2008. Setelah itu saya langsung melanjutkan ke bangku kuliah. Dan setelah dipertimbangkan, saya memilih Universitas Gunadarma sebagai pilihan. Dengan mengambil jurusan Sistem Informasi.

Berat juga sebenarnya jika harus meninggalkan keluarga di garut, akan tetapi ini harus saya lakukan agar saya bisa belajar lebih mandiri tanpa harus terlalu mengandalkan orang tua dalam segala hal. Di depok, saya tinggal bersama paman saya (adik dari ayah). Beliau menawarkan saya tinggal bersama keluarganya, dan tanpa berfikir panjang saya menerimanya. Alhamdulliah sedikitnya saya bisa terbantu.

Sama halnya ketika saya masih duduk di bangku SMA, ketika kuliah saya tidak ikut kegiatan keorganisasian. Alasannya tetap sama, bosan. Dari tingkat satu sampai dua, kehidupan perkuliahan saya biasa-biasa saja. Bisa dibilang saya ini adalah mahasiswa yang menganut azas “kupu-kupu” (kuliah pulang – kuliah pulang).

Sekarang saya sudah duduk di tingkat tiga. Di tingkat ini, saya mencoba melakukan hal yang baru. Mengikuti seleksi penerimaan Asisten Laboratorium lah yang saya pilih. Dan alhamdulillah saya diberi kesempatan oleh pihak laboratorium untuk menjadi seorang Asisten. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi saya di kehidupan kelak. amien

October 1, 2010 - Posted by | curhatku

3 Comments »

  1. *keprok keprok*
    sugeeee~

    Comment by me9ume9u | October 1, 2010 | Reply

    • hehehe.. mkacihhhh.. ^_^

      Comment by Gai Black | October 2, 2010 | Reply

  2. keren dah.. o(n_n)o

    Comment by Zuen | May 5, 2011 | Reply


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: