It`s My Second Home,, Happy Surfing! n_n

Prikitiw,,!!!

Interacting Cognitive Sub-system (ICS)


Arsitektur kognitif Interacting Cognitive Sub-Systems (ICS) diperkenalkan oleh Barnard. ICS merupakan model persepsi, kognitif, dan aksi yang berbeda dengan model lainnya. Jika model lain menghasilkan deskripsi user dalam ruang lingkup urutan aksi yang dilakukannya, ICS memberikan pandangan terhadap user secara menyeluruh sebagai mesin pengolah informasi. Penekanannya pada bagaimana mudahnya suatu prosedur tertentu jika mereka dibuat otomatis.

Arsitektur ICS terdiri dari sembilan subsistem aktifitas yang terkoordinasi, yaitu lima subsistem peripheral yang berinteraksi secara fisik dengan dunia luar dan empat subsistem pusat (central sub-system) yang berhubungan dengan proses mental. Masing-masing subsistem memiliki struktur generik yang sama dan dideskripsikan dalam lingkup input dan output yang diketikan (typed input output) serta memori untuk menyimpan informasi yang diketikan (typed information). Setiap subsistem dispesialisasikan untuk menangani proses internal dan eksternal. Sebagai contoh, salah satu subsistem peripheral adalah sistem visual untuk memproses informasi proporsional, menyimpan atribut dan identitas entitas serta hubungan antar entitas. Contoh informasi proporsional misalnya kita mengetahui suatu kata tertentu yang memiliki empat suku kata, dimulai dengan huruf “P” dan berhubungan dengan sebuah area di pusat kota london.

Salah satu fitur yang dimuliki oleh ICS adalah kemampuannya untuk menerangkan bagaimana user memproduserkan sebuah aksi. Seorang ahli dapat melakukan urutan tugas yang rumit dengan mudah sementara orang awam harus dengan hati-hati memperhatikan tiap tahapannya. Sebagai contoh anda dapat membedakan seseorang yang telah terbiasa menggunakan mesin ATM untuk melakukan transaksi perbankan dengan seorang yang belum pernah atau jarang menggunakannya. Seorang ahli dapat mengenali situasi tugasnya dan melaksanakan aksi yang sudah menjadi baku atau prosedur berdasarkan pengalaman dan mencapai tujuan. Prilaku yang sudah terprosedurkan (proceduralized behaviour) akan mengurangi kesalahan. Desainer sistem interaksi yang baik akan membantu user memprosedurkan interaksinya dengan sistem dan mendesain interface yang menyarankan user yang memiliki respon telah terprosedut (proceduralized response). Oleh karena itu ICS dikenal sebagai alat perancangan (design tool) yang berperan sebagai sistem pakar (expert system) bagi desainer dalam membuat interface.

sumber : http://staffsite.gunadarma.ac.id/

November 5, 2010 - Posted by | saatnya belajar

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: