It`s My Second Home,, Happy Surfing! n_n

Prikitiw,,!!!

Mesir Bergejolak


Setelah kurang lebih dua minggu masyarakat mesir menyuarakan kekesalanannya terhadap pemerintahan yang otoriter dengan cara berdemo besar-besarran, akhirnya suara mereka didengar oleh pemerintah. Hosni Mubarak yang telah menduduki posisi kekuasaan mesir selama 30 tahun menyatakan bahwa dirinya turun atas posisi kekuasaan tersebut. Pernyataan ini di sampaikannya pada tanggal 5 Februari waktu mesir. Selain Mubarok, sekretaris dari Partai Demokrat Nasional (NDP) yaitu Safwat el-Sharif ikut berhenti dari posisinya sebagai sekretaris umum. Pernyataan ini merupakan pernyataan yang paling di tunggu oleh sebagian besar masyarakat mesir, terutama yang menentang pemerintahan Mubarok.

Dengan adanya pernyataan ini, maka berakhirlah pemerintahan yang otoriter di negara mesir. Lalu pernyataan muncul, Siapa yang akan memimpin mesir setelah ini? pernyataan ini memang agak susah dijawab. Akan tetapi untuk mengisi posisi sekretaris umum yang sedang kosong, maka dipilihlah Hossam Badrawi yang merupakan salah satu anggota dewan parlemen mesir untuk menjabat posisi tersebut.

Kronologis peristiwa :

Demo anti pemerintah berkuasa di Mesir pertama kali pada pertengahan januari lalu. Negeri pemilik terusan Suez ini terinspirasi gerakan revolusi di Tunisia. Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden Mesir Hosni Mubarak. Warga juga menginginkan adanya undang-undang yang mencegah seorang presiden berkuasa lebih dari dua periode.

Demonstrasi ini sempat terjadi bentrokan, bahkan tiga orang tewas. Ketiganya adalah dua demonstran dan satu polisi. Sekitar 250 orang juga terluka dalam insiden itu. Aksi menolak kepemimpinan Mubarak, sejak saat ini terus berkembang. Tidak saja di Kota Kairo, demo juga melanda kota-kota seperti Alexandria, dan kota-kota lainnya. Sepekan kemudian tepatnya 30 Januari, Mubarak menunjuk seorang Wakil Presiden yakni Omar Suleiman. Penumjukan wakil ini merupakan kali pertama selama Mubarak berkuasa. Namun ribuan warga terus menentang dan mendesak tentara untuk bergabung dalam demonstrasi memaksa Mubarak turun dari kekuasannya.

Menurut berbagai perkiraan sekitar 100 orang telah tewas selama seminggu demonstrasi di Mesir. Sumber-sumber medis mengatakan sedikitnya 1.030 orang terluka di Kairo, termasuk di antaranya tiga petugas polisi Kairo.

Aksi kekerasan terus meluas di Mesir. Polisi menembak mati 17 orang di Beni Suef, selatan Kairo, karena melakukan penyerangan ke kantor polisi. Mereka menuntut Mubarok menarik polisi dari penjagaan demonstrasi di Mesir.

Lebih dari sepekan didemo rakyatnya, pada Rabu (2/1/2011) Mubarak kembali memberikan pernyataannya. Presiden dengan kekayaan lebih dari Rp 300 triliun menyatakan tidak akan mencalonkan diri dalam pemilu Mesir pada September 2011 nanti. Mubarak mengatakan, dirinya ingin mengakhiri jabatannya sebagai Presiden Mesir dalam suasana damai, tanpa kekerasan. “Saya menginginkan suasana damai dalam transisi kepemimpinan di Mesir,” ujar Mubarak yang dipancarluaskan lewat media televisi.

Pernyataan ini masih tidak membuat publik puas. Yang mereka tuntut adalah pengunduran diri Mubarak saat ini juga. Demontrasi terus berlanjut di lapangan Tahrir, pusat kota Kairo, hingga akhirnya massa mengepung istana kepresidenan.

Bahkan saat istana dikepung, sang presiden beserta keluarga dikabarkan telah meninggalkan Kairo. Massa pun tetap pada tuntutannya, mereka terus meneriakkan agar mubarak lengser keprabon.

Hingga pada malam harinya tuntutan mereka bisa tercapai, Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman akhirnya mendeklarasikan kemunduran Mubarak sebagai presiden di Mesir. “Hari ini Hosni Mubarak memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden Mesir,” ujar Sulaiman saat pengumumankan pengunduran diri Mubarak.

Dengan mundurnya orang nomor satu di Mesir ini segera disambut gegap gempita dari seluruh penjuruh Mesir. Kurang lebih 20 juta warga Mesir merayakan kemenangan atas mundurnya rezim Mubarak.  Mundurnya Mubarak ini sekaligus membuat vacuum of power di negara piramid itu. Majelis militer Mesir pun dikabarkan mengambil alih tanggung jawab pemerintahan sementara yang ditinggalkan Mubarak.

 

March 6, 2011 - Posted by | umum

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: